• Hendriono Online QS. Shaad, 38: 29
    Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenungkan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.
  • Help You Earning - Money Solution Help You Earning - Money Solution
    Dapatkan informasi tentang bisnis diinternet yang bisa dijalankan dari rumah (Work at Home)...
  • Electronic Project - Refference and Design Electronic Project - Refference and Design
    Artikel menarik tentang dunia elektronika dan anda bisa menemukan referensi elektronika lengkap dengan skema, daftar komponen dan PCB...
  • Bonus Program - New Software Daily Update Bonus Program - New Software Daily Update
    Berisi informasi dan link download tentang software-software baru yang layak untuk dicoba, semua disediakan secara gratis...
  • Blogger TuneUp - Tutorial Blogger Blogger TuneUp - Tutorial Blogger
    Blog inovatif yang berisi tutorial, tips, trik dan blogger hack. Ubahlah blog anda semenarik dan seunik mungkin...
  • eBooks Finder - Search and Download Free eBooks eBooks Finder - Search and Download Free eBooks
    Akan banyak refferensi buku menarik yang bisa didownload dan dibaca dirumah tanpa harus pergi ke toko buku...
  • Kotretan Hendriono - Otomotif, Elektronik dan Komputer Kotretan Hendriono - Otomotif, Elektronik dan Komputer
    Catatan kecil tentang dunia otomotif, elektronik dan komputer. Diambil dari pengalaman, percobaan dan kegagalan...
  • Design Graphics - Tutorial, Tips, Trik Desain Grafis Design Graphics - Tutorial, Tips, Trik Desain Grafis
    Belajar desain grafis itu tidaklah sulit jika mau belajar dari blog ini, disajikan dengan sederhana, mudah dan cepat...

Selamat datang di Hendriono Online - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan berselancar di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel yang kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik.

Berikut adalah beberapa artikel yang kami buat:

  • Berbagai hal yang berhubungan dengan dunia Islam
  • Berbagai hal yang berhubungan dengan dunia Pendidikan
  • Ide-ide baru tentang pemahaman dunia Islam dan Pendidikan
  • Berbagai Study Case tentang dunia diatas
  • Hasil penelusuran dari berbagai informasi

Baca juga beberapa artikel dari blog lain :

  • Blogger Tune-Up berisi tips dan trik tentang blog.
  • Kotretan Hendriono berisi artikel menarik tentang dunia otomotif, elektronik dan komputer.
  • Bonus Program berisi berbagai software yang layak untuk dicoba.
  • Design Graphics berisi tutorial penggunaan software desain grapis seperti; Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, CorelDraw, dll.
  • Help You Earning berisi informasi tentang berbisnis lewat dan dengan internet.

Artikel Terbaru...

Sejarah Terbentuknya Desa

Perihal terbentuknya Desa hingga sekarang sulit diketahui secara pasti kapan awalnya, akan tetapi mengacu pada prasasti Kawali di Jawa Barat sekitar tahun 1350 M, dan prasasti Walandit di daerah Tengger di Jawa Timur pada tahun 1381 M. maka Desa sebagai unit terendah dalam struktur pemerintahan Indonesia telah ada sejak dahulu kala dan murni Indonesia bukan bentukan Belanda. Terbentuknya Desa di Kawali dengan terbentuknya kelompok masyarakat akibat sifat manusia sebagai makhluk sosial, dorongan kodrat, atau sekeliling manusia, kepentingan yang sama dan bahaya dari luar. Istilah Desa berasal dari bahasa sansekerta yang artinya Tanah Tumpah Darah, dan perkataan Desa hanya dipakai di daerah Jawa dan Madura, sedang daerah lain pada saat itu (sebelum masuknya Belanda) namanya berbeda seperti Gampong dan Meunasah di Aceh, Huta di Batak, Nagari di Sumatra Barat dan sebagainya. Pada hakekatnya bentuk Desa dapat dibedakan menjadi dua yaitu Desa Geneologis dan Desa Tradisional. Sekalipun bervariasi nama Desa ataupun daerah hukum yang setingkat Desa di Indonesia, akan tetapi asas atau landasaan hukumnya hampir sama yaitu adat, kebiasaan dan hukum adat.

Pemerintahan Desa pada masa penjajahan Belanda
Jauh sebelum menjajah Indonesia, Desa dan yang sejenis dengan itu telah ada mapan di Indoensia. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahannya dilaksanakan berdasarkan hukum adat. Setelah pemerintah Belanda memasuki Indonesia dan membentuk undang-undang tentang pemerintahan di Hindia Belanda (Regeling Reglemen), desa diberi kedudukan hukum. Kemudian untuk menjabarkan perundangan dimaksud, Belanda mengeluarkan Inlandsche Gemeente Ordonnantie, yang hanya berlaku untuk Jawa dan Madura. Sekalipun Regeling Reglemen, akhirnya pada tahun 1924 diubah dengan Indische Staatsregeling akan tetapi pada prinsipnya tidak ada perubahan, oleh karena itu IGO masih tetap berlaku. Kemudian untuk daerah luar Jawa, Belanda mengeluarkan Inlandsche Gemeente Ordonnantie Buitengewesten atau disingkat (IGOB) tahun 1938 Nomor 490.
Ada tiga unsur penting dari desa menurut IGO, yaitu kepala desa, pamong desa dan rapat desa. Kepala Desa sebagai penguasa tunggal dalam pemerintahan desa dan urusan-urusan pemerintahan, dalam pelaksanaan tugasnya harus memperhatikan pendapat desa. Didalam pelaksanaan tugasnya Kepala Desa dibantu Pamong Desa yang sebutannya berbeda-beda daerah satu dengan lainnya. Untuk hal-hal yang penting Kepada Desa harus tunduk pada rapat desa.

Pemerintahan Desa Pada masa Pemerintahan Jepang
Pada tanggal 7 Maret 1942, Jepang berkuasa di Indonesia. Seluruh kegiatan pemerintahan dikendalikan oleh balatentara Jepang yang berkedudukan di Jakarta untuk Jawa dan Madura, Bukit Tinggi untuk Sumatera dan Ujung pandang untuk kepulauan lainnya. Karena hanya singkat masa pemerintahannya, maka tidak banyak perubahan dalam struktur dan sistem pemerintahan termasuk pemerintahan desa. Ini dapat dilihat pada Osamo Seirei 1942, hanya saja beberapa sebutan daerah dan kepala daerahnya diganti dengan bahasa Jepang misalnya Syu-Syuco, Ken-Kenco, Si-Co, Tokubetu Si-Tokubetu Sico, Gun-Gunco, Son-Sonco dan Ku-Kuco. Dapat dikatakan pemerintahan secara umum menghapuskan demokrasi dalam pemerintahan daerah walaupun khusus untuk Ken, Si dan Tokubetu Si sistem itu dilaksanakan secara terbatas. Begitu juga halnya dengan pemerintahan desa, pada prinsipnya IGO dan peraturan lainnya tetap berlaku dan tidak ada perubahan. Untuk itu desa tetap ada dan berjalan sesuai dengan pengaturan sebelumnya. Ada sedikit perubahan khususnya tentang pemilihan kepala desa berdasarkan Osamu Seirei Nomor 7 Tahun 1944. Hal itu berlanjut sampai Indonesia merdeka, setelah Indonesia merdeka, undang-undang ini banyak diubah.
[Selengkapnya]

Jumlah Minat Siswa SMK v.s. Kualitas Pendidikan

Tahun 2009 mungkin bisa dikatakan sebagai tahun kebangkitan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), setelah sekian lama tertidur panjang dalam lingkaran "Sekolah Alternatif". Sebelum tahun 2009, SMK berada pada posisi Sekolah Alternatif, sekolah yang posisinya sebagai cadangan setelah tidak ada kesempatan bersekolah di SMA sekelas Negeri. Sungguh suatu perjuangan panjang dan tidak murah untuk bisa memberikan illustrasi tentang SMK pada calon siswa baru yang ada di SMP (Sekolah Menengah Pertama). Keterkaitan materi pelajaran antara SMP dan SMA membuat SMA selalu menjadi pilihan utama bagi calon siswa baru dari pada melanjutkan ke SMK.
Hal ini memberikan suatu indikasi bahwa tingkat pemahaman masyarakat lebih maju bukan hanya dalam Pemilu saja, tapi juga dalam hal lain. Masyarakat kita saat ini telah mampu menciptakan filter tersendiri tentang berbagai hal yang masuk dan keluar dalam lingkup informasi kehidupan mereka. Aspek pemahaman dan penelaahan masyarakat kita seakan sudah mendekati tahap stabil, dimana mereka bisa melihat jangka panjang tentang perjalanan yang akan dilalui. Pendidikan sebagai salah satu faktor penunjang terhadap kecerdasan masyarakat memiliki andil yang besar untuk menciptakan masyarakat yang lebih mapan.
Tetapi peningkatan-peningkatan diatas harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang harus diterima masyarakat dalam berbagai hal, tidak terkecuali pelayanan dalam hal pendidikan. Lembaga pendidikan Indonesia harus mampu menciptakan pelayanan yang lebih baik setelah berhasil menciptakan image ditengah-tengah masyarakat. Jika dilihat dari minat melanjutkan sekolah calon siswa baru ke SMK ini menunjukan bahwa Key Performance Indicator (KPI) tercapai. Tetapi para penyelenggara pendidikan jangan sampai puas dengan KPI yang telah tercapai, masih ada tugas menunggu yang lebih berat dari pada sekedar mencapai KPI. Lembaga penyelenggara pendidikan harus mampu menciptakan generasi yang memiliki soft competence (sikap mental) dan hard competence (kemampuan dan kompetensi teknis), hal inilah yang akan mampu mengarahkan dan menciptakan keadaan Indonesia lebih baik lagi. Generasi kita akan menjadi manusia besar yang tidak hanya memiliki hard competence tetapi juga mampu bersaing ketat dengan bekal soft competence.
Ketercapaian KPI kali ini adalah langkah awal yang baik dari sebuah perjalanan panjang dunia pendidikan Indonesia yang tertoreh pada lembaran sejarah dengan tinta emas, hal ini haruslah memicu lembaga pendidikan yang notabene sebagai pelayan pendidikan untuk masyarakat agar mampu "memberi lebih" (giving more) dengan tujuan tercapainya Key Value Indicator (KVI). KVI hanya mampu diberikan oleh masyarakat itu sendiri, karena hal itu sebagai suatu indikasi keberhasilan suatu pelayanan pendidikan kepada masyarakat. KVI adalah feedback dari masyarakat untuk lembaga penyelenggara pendidikan setingkat SMK.
Kita tunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan lembaga pendidikan terhadap masyarakat setelah tercapai KPI, akankah KVI juga ikut tercapai?

Glossary :
  • Key Performance Indicator : Keberhasilan mencapai suatu target
  • Key Value Indicator : Nilai-nilai lebih, unggul, mulia yang berguna
  • Soft Competence : Sikap mental
  • Hard Competence : Kemampuan dan kompetensi teknis
  • Feedback : Umpan balik
[Selengkapnya]

Mengatasi Kesulitan Belajar

Pemeriksaan Psikologis Kesulitan Belajar
Pemeriksaan dilaksanakan bukan hanya sekedar untuk menilai kemampuan seseorang, tetapi juga untuk membantu memperoleh diagnosa (pemeriksaan) yang tepat mengenai masalah dan keluhan-keluhan yang ada pada diri seseorang dan cara-cara bagaimana sebaiknya untuk menanggulanginya.
Pada umumnya dalam pemeriksaan digunakan beberapa macam tes yang disesuaikan dengan masalah dan usia kasus. Disamping itu pencatatan riwayat perkembangan dan obervasi (pemeriksaan) yang teliti selama pemeriksaan, memegang peranan yang penting pula.
Sesuai dengan usia kasus, maka terdapat beberapa tes khusus untuk :
  • Anak-anak pra sekolah
  • Anak-anak usia sekitar 6-15 tahun
  • Anak-anak usia 15 tahun keatas - dewasa
Sesuai dengan masalahnya, maka terdapat tes-tes untuk menilai :
  • Intellegensi/kemampuan (IQ)
  • Bakat/arah minat
  • Kepribadian
Adapun aspek-aspek yang dinilai pada masing-masing tes, yaitu :
  • Pengetahuan umum
  • Pengertian sosial
  • Kemampuan mengolah angka/kecepatan dan ketepatan berhitung, daya konsentrasi dan daya tangkap
  • Kemampuan konseptualisasi verbal abstrak
  • Daya ingat mekanistik, daya tangkap dan konsentrasi
  • Ketelitian dan ketajaman daya persepsi
  • Daya logika dan kemampuan interprestasi situasi sosial
  • Kemampuan menganalisa dan membentuk suatu bentuk abtsrak sesuai contoh
  • Kemampuan menganalisa dan mensintesakan suatu bentuk konkrit tanpa contoh
  • Ketelitian, kecepatan menulis dan proses belajar
  • Dalam menilai kemampuan verbal, performance (penampilan) dan kemampuan umum (general intelligence) digunakan istilah IQ.
Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar
Sesuai dengan 4 faktor penyebab timbulnya masalah belajar, maka tindakan-tindakan untuk mengatasinya adalah sebagai berikut :
  • Untuk kasus anak yang menghadapi masalah kurang kematangan fisik, mental atau emosi, ia harus mengikuti remedial teaching. Anak memperoleh latihan-latihan khusus sesuai dengan kelemahan yang ada.
  • Untuk kasus anak yang menghadapi hambatan fisik atau kelainan organik, ia harus memperoleh pemeriksaan atau pengobatan dari seorang dokter atau neurolog, dan bila perlu menggunakan alat serta memperoleh latihan-latihan.
  • Untuk anak yang kemampuannya kurang, bila perlu ia harus mengikuti pendidikan disekolah luar biasa golongan C. Dan bagi mereka yang kemampuannya tinggi, supaya kemampuannya disalurkan pada kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah, bila perlu anak dan orang tuanya berkonultasi dengan psikiater atau psikolog.
  • Sedangkan untuk anak yang mengalami hambatan emosi, ia bersama orang tuanya perlu berkonsultasi atau memperoleh terapi (pengobatan psikologik) dari seorang psikiater atau psikolog.
Masalah sekolah biasanya baru mulai dirasakan setelah adanya suatu rangkaian kejadian. Maka dalam hal ini, usaha preventif (berjaga-jaga) yang dapat dilakukan yaitu :
  • Para pendidik terutama orang tua dan para guru supaya memberikan perhatian yang cukup kepada anak didiknya, sehingga kekurangan atau kelemahan-kelamahan mereka secepatnya diketahui dan diatasi dengan berkonsultasi sesuia denga keluhan-keluhan yang ada kepada ahli-ahli yang bersangkutan.
  • Supaya orang tua jangan segan-segan memeriksakan anaknya pada seorang ahli jika nampak adanya kekurangan-kekurangan tertentu. Kalau ada kekurangan-kekurangan, walaupun sedikit, tetapi jika sudah mengakibatkan gangguan bagi kelancaran berlajar anak, seperti tidak dapat membaca atau menulis, maka sebaiknya memperoleh "remedial teaching".Tetapi seandainya disarankan ke sekolah luar biasa, maka janganlah menunggu-nunggu, karena ini justru akan menambah parah keadaan anak.
  • Para guru, bila mengetahui adanya kemunduran atau siswa tidak dapat mengikuti pelajaran disekolah, supaya segera memberitahukan kepada orang tuanya dan jangan membiarkan anak terlunta-lunta dikelas. Jadi seandainya anak perlu di sekolah luar biasa, supaya disalurkan dan jangan dipertahankan asal orang tuanya senang, seperti dengan cara menaikkannya setiap tahun meskipun tanpa ada prestasi.
  • Bila mungkin, bentuklah suatu tim ahli di sekolah. Hingga anak-anak, para guru dan orang tua siswa secara teratur dapat berkonsultasi.
Dengan adanya pengertian dan kerja sama yang baik antara para orang tua, guru dan para ahli (pedagog, psikolog, psikiater, dan neurolog) yang dengan mudah dapat dihubungi, maka kemungkinan-kemungkinan timbulnya keluhan-keluhan dalam hal pada anak-anak dan remaja khususnya, serta keluhan-keluhan lain pada umumnya, dapat kita hindari dengan cara sebaik mungkin. Insya Allah...
[Selengkapnya]

Akibat Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Sekolah

Berdasarkan 4 faktor penyebab (A, B, C, dan D) seperti tersebut pada artikel sebelumnya (Faktor Penyebab Kesulitan Belajar), maka dapat dikemukakan prestasi sekolah yang umumnya diperoleh dari masing-masing kelompok sebagai berikut;


A. Anak yang kurang dalam kematangan fisik, mental atau emosi, akan mengakibatkan :
  • Angka kurang untuk tugas-tugas manual yang membutuhkan ketangkasan dan keterampilan tangan.
  • Angka kurang untuk pelajaran berhitung, membaca dan imlak (dikte).
  • Angka kurang untuk sosialisasi (bermasyarakat), untuk sikap kooperatif (kerjasama) terhadap teman-teman dan tugas-tugas yang harus dikerjakan bersama. Sikap dependent (tergantung pada bantuan orang lain), mudah menangis, atau sangat kasar terhadap kawan.
B. Anak yang mengalami hambatan fisik atau kelainan organik, diantara akibatnya:
  • Angka kurang, terutama untuk pelajaran yang membutuhkan daya tangkap dan pendengaran yang baik, misalnya imlak (dikte). Karena sering kurang menangkap penjelasan-penjelasan guru, maka rata-rata angkanya rendah, hampir untuk setiap pelajaran.
  • Seperti halnya dengan gangguang pendengaran, maka pada gangguang penglihatan, sering mengakibatkan prestasi yang rata-rata menurun dalam pelajaran yang membutuhkan ketelitian dan ketajaman penglihatan. Di samping itu anak sering merasa rendah diri bila ia harus menggunakan kaca mata, yang antara lain berpengaruh terhadap menurunnya prestasi belajar anak.
  • Terutama yang mengalami cacat atau gangguan pada tangan, maka prestasi pelajarannya menjadi karena segala sesuatunya tidak dapat dilaksanakan dengan cepat, sehingga tugas-tugas di sekolah sering tidak selesai.
  • Adanya gangguan pada syaraf sering menyebabkan anak hyper-active (terlalu sangat aktif), daya tangkap dan daya ingatnya lemah. Hal ini akan mengakibatkan ia tidak dapat maju atau sedikit sekali mendapat kemajuan dalam pelajaran.
C. Anak yang kurang kemampuannya (IQ rendah), pada umumnya sejak mereka mulai sekolah prestasinya kurang dibandingkan anak-anak lain. Dan perbedaan ini bertambah jelas dengan peningkatan pelajaran-pelajaran, terutama dalam matematika (berhitung) dan pelajaran-pelajaran hafalan. Pada beberapa anak, juga dalam menulis dan membaca angkanya kurang.
Pada mereka dengan kemampuan tinggi, pada umumnya semua prestasinya baik, tetapi karena kurangnya pengertian dari orang tua atau guru dan tidak ada penyaluran, maka nampak adanya penurunan prestasi secara menyeluruh.

D. Anak yang mengalami hambatan atau gangguan emosi, menyebabkan keseluruhan prestasinya kurang atau mundur, terutama dalam pelajaran-pelajaran yang membutuhkan konsentrasi, perhatian dan daya ingat. Di samping itu motivasi untuk belajar pun menurun, lalu anak menjadi apatis (diam pasif, tidak punya inisiatif).
[Selengkapnya]

Kemungkinan Kecurangan Pemilu

Pesta Demokrasi akan diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2009. Pemilu sebagai satu-satunya cara untuk menentukan siapa yang layak menjadi presiden sebagai pemimpin tinggi negara Indonesia, sangatlah rentan dengan kecurangan-kecurangan. Hal ini tidak bisa di pungkiri, dengan cara satu-satunya ini semua peraturan yang berhubungan dengan pelaksanaan pemilu dibuat oleh manusia. Keputusan berada ditangan rakyat untuk menentukan masa depan Indonesia, sedangkan secara umum masyarakat tidak tahu latar belakang, kemampuan, karakter, visi, misi dan tujuan para calon presiden yang ada dalam pemilu saat ini. Masyarakat hanya tahu mereka dari media, kampanye dan informasi lain yang bisa saja hal tersebut masih terpengaruh oleh opini publik yang dibuat sang calon pemimpin.
Dari ketiga calon presiden dan calon wakil presiden yang terdiri dari; 1. Megawati - Prabowo, 2. Susilo BY - Budiono dan 3. Jusup Kala - Wiranto tidak ada satu pun yang berusaha untuk berkata "Selamatkan Indonesia dengan Syariah". Mereka masih terlalu takut bahkan tidak berani untuk mencoba menyelamatkan Indonesia dan mengeluarkan masalah yang membelit Indonesia dengan sistem pemerintahan Islam. Mereka berusaha menyelamatkan Indonesia dengan metode mereka sendiri tanpa mau belajar dari Islam. Tidak diragukan bahwa ketiga calon presiden dan calon wakil presiden adalah beragama Islam, tetapi belum tentu mereka berfikir, bertindak dan mengambil keputusan secara Islam. Islam masih dianggap sebagai bagian terpisah dari sistem pemerintahan.
Maka wajarlah jika kecurangan-kecurangan pemilu dapat terjadi, dibawah ini kemungkinan kecurangan pemilu yang bisa saja terjadi :

1. Politik uang
Hal ini adalah kecurangan klasik tapi masih menjadi senjata yang paling ampuh untuk meraih suara. Karena para mesin politik tahu sekali kebutuhan masyarakat akan uang. Bahkan sering kita dengar suara masyarakat yang cenderung egois, misal; "Kalo aku dikasih uang sama salah satu calon, ya pasti aku pilih. Itukan hanya satu suara, tidak begitu berpengaruh" Dengan kenyataan ini jelas kecurangan politik uang sangat mudah kita temukan di mana-mana bahkan sampai kepelosok desa.

2. Kecurangan perhitungan suara
Ini mungkin lepas dari unsur masyarakat, karena hal ini sangat sulit dilakukan oleh calon pemilih. Hal ini lebih mudah dilakukan oleh para panitia penyelenggara dari mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan sampai ke tingkat KPU. Para mesin politik tidak menutup kemungkinan memasukan salah satu mesinnya sebagai panitia penyelenggara pemilu. Siapa yang tahu?

3. Pemanfaatan suara tidak sah
Hal ini bisa saja terjadi di tingkat bawah penyelenggara pemilu, misal di tingkat kecamatan. Karena bukti kertas suara menurut informasi hanya sampai tingkat kecamatan, setelah itu surat suara disimpan tanpa dihitung ulang. Sungguh sangat mudah saja para penyelenggara pemilu untuk mengubah berita acara, jumlah suara atau hal lain yang menguntungkan salah satu calon pemimpin. Surat suara tidak sah justru menjadi hal yang sangat mudah untuk dimanipulasi bahkan diubah menjadi suara sah, karena toh surat suara tanpa nama dan tidak diperiksa ulang. Bahkan bisa saja surat suara tidak sah diperjualbelikan untuk menambah uang saku para penyelenggara pemilu. Siapa yang tahu?

4. Skenario elit politik
Hal ini agak sulit di ungkap, tetapi kemungkinan kecurangan ini bisa saja terjadi. Salah satu kandidat pemimpin telah diset untuk menjadi pemimpin, sedangkan kandidat yang lain hanya sebagai pelengkap pesta demokrasi supaya tidak terlalu terlihat diktator. Berbagai opini dibentuk untuk memuluskan salah satu kandidat menduduki kursi pemimpin. Bahkan bisa saja negara adikuasa turun tangan disini ikut campur memberi warna pemilu Indonesia, supaya salah satu kandidat yang notabene anak emasnya bisa melenggang ke kursi pimpinan. Siapa yang tahu?

5. Perjanjian antar calon pemimpin dibelakang layar
Kecurangan seperti ini lebih sulit untuk di ungkap, karena semua terjadi hanya diantara para kandidat. Perjanjian saling menguntungkan diantara para kandidat bisa saja dilakukan dengan berbagai cara dan teknik, cuma sayang terkadang perjanjian tersebut tidak menguntungkan masyarakat. Hanya menguntungkan sebagian pihak... Siapa yang tahu?

Tulisan diatas tidak bermaksud memprovokasi keadaan, tapi hanyalah sebuah opini sepihak penulis, hanya sebuah pemikiran yang bisa saja keliru dengan keadaan sebenarnya. Mudah-mudahan kecurangan-kecurangan diatas hanya sampai pada opini penulis saja dan tidak benar-benar terjadi. Jadikanlah pemilu ini sebagai pemilu yang bersih dari tujuan-tujuan yang merugikan masyarakat Indonesia, dan berharap dengan terpilihnya pemimpin yang baru mampu memperbaiki keadaan yang sangat menyulitkan ini.
Harapan besar para pemimpin Indonesia nanti mampu berteriak keras "Selamatkan Indonesia dengan Syariah", karena tidak ada sistem pemerintahan yang terbaik kecuali sistem pemerintahan syariah. Insya Allah...
[Selengkapnya]

Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Seringkali kita mendengar masalah atau keluhan tentang kesulitan yang dialami anak-anak dan remaja dalam menghadapi dan mengikuti pelajaran di sekolah, baik secara lisan, tulisan ataupun tugas-tugas yang perlu dilaksanakan. Masalah keluhan itu timbul bukan semata-mata sebagai suatu reaksi spontan terhadap suatu keadaan, akan tetapi biasanya mulai dirasakan sebagai akibat dari suatu peristiwa yang kadang-kadang sudah berlangsung lama atau berlarut-larut.
Pada anak-anak dan remaja yang mengalami masalah sekolah, biasanya terdapat keluhan-keluhan umumnya sebagai berikut :
  • Tidak ada minat terhadap pelajaran dan bersikap acuh tak acuh,
  • Prestasi sekolah menurun atau tidak ada kemajuan sama sekali,
  • Timbulnya sikap-sikap atau tingkah laku yang tidak diinginkan.
Bila kita tinjau, maka pada umumnya masalah tersebut disebabkan oleh adanya faktor-faktor negatif sebagai berikut :

A. Kurang adanya kematangan physik, mental atau emosi sesuai dengan usianya.
Faktor ini terutama penting bagi anak-anak taraf permulaan SD.
  • Kematangan fisik yang sesuai dengan usia, misalnya keseimbangan dan koordinasi sensor motorik (daya gerak), memegang peranan penting terhadap apa yang dapat dilaksanakan anak.
  • Kematangan mental yang sesuai dengan usianya dapat membantu anak dalam hal memusatkan perhatian, menangkap, memikirkan, dan mengolah hal-hal yang tidak hanya bersifat konkrit, tetapi menjurus kepada hal-hal yang lebih abstrak.
  • Kematangan emosi yang sesuai dengan usianya, akan membantu anak untuk tidak bersikap dependent (tergantung pada orang lain), berani menghadapi dunia luar dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
B. Adanya hambatan fisik atau kelainan organis
Hambatan fisik atau kelainan organis misalnya :
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan penglihatan
  • Cacat pada anggota badan, terutama pada tangan,
  • Gangguan pada syaraf.
C. Kemampuan yang kurang atau justru lebih tinggi
Kemampuan yang kurang, yaitu mereka yang mempunyai kemampuan pada taraf rata-rata rendah atau dibawah rata-rata (IQ kurang dari 95).
Bagi mereka yang mempunyai IQ 90-95, sebetulnya tergolong taraf rata-rata, tetapi digolongkan dalam kemampuan yang kurang, karena seringkali beberapa aspek dari kemampuannya berada dibawah rata-rata, antara lain daya abstraksi, daya konsentrasi, dan daya ingatnya. Bila mereka tidak memperoleh perhatian yang cukup dari guru dan terutama dari orang tua, maka mereka akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah, sehingga sering tidak naik kelas. Bagi mereka yang mempunyai IQ kurang dari 90, selain mempunyai kekurangan-kekurangan seperti di atas, juga mempunyai kelemahan-kelemahan lain, sehingga memerlukan pendidikan di sekolah luar biasa. Kemampuannya yang baik, maka umumnya segala sesuatu mudah baginya. Keadaan ini dapat menyebabkan pelajaran disekolah menjadi kurang menarik bagi mereka. Lalu mereka mengenggap remeh dan bersikap acuh tak acuh terhadap pelajaran. Di samping itu dapat timbul sikap atau tingkah laku lainnya yang kurang diinginkan, misalnya di kelas tidak mau memperhatikan, mengganggu teman, membolos dan sebagainya.

D. Adanya hambatan atau gangguan emosi
Adanya hambatan atau gangguan emosi, seringkali disebabkan karena pengaruh lingkungan yang kurang baik/sesuai (favourable). Misalnya :
  • Sikap orang tua yang diktator, dan terlalu strict, hingga anak dalam segala hal didikte dan dipaksakan untuk melaksanakan kemauan orang tuanya. Dan anak tidak memperoleh kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, melaksanakan keinginannya dan untuk berinisiatif sendiri. Akibatnya anak merasa tertekan, patah semangat dan hilang inisiatif/kegairahan untuk melaksanakan sesuatu.
  • Sikap orang tua yang telalu bersikap melindungi (over-protective). Orang tua semacam itu, sedapat mungkin ingin melindungi/menghindarkan anaknya dari segala macam kesulitan sampai ke yang paling kecil sekalipun, seperti dengan memberikan bantuan kepada anaknya dalam segala hal. Dengan demikian maka anak tidak pernah memperoleh kesempatan untuk menjadi "self dependent" (bertumpu pada kemampuan diri sendiri) dan membentuk "self confidence" (kepercayaan diri). Sikap serba bergantung pada orang lain tersebut menyebabkan ia selalu merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk menghadapi atau melaksanakan sesuatu. Sikapnya sering ragu-ragu, tidak berani dan selalu mengharapkan atau menunggu bantuan orang lain. Usaha dari dirinya tidak ada atau kurang sekali. Hingga akhirnya ia menjadi anak yang sangat bergantung kepada orang lain.
  • Sikap orang tua, guru atau lingkungan yang "rejektive", serta pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan atau traumatik bagi anak, misalnya "broken home" (keluarga pecah). Keadaan yang kacau dirumah sangat mengganggu ketenangan dan kestabilan jiwa anak.
Semuanya ini dapat mempengaruhi sikap, konsentrasi, daya ingat dan dalam menghadapi pelajaran.
[Selengkapnya]

Sejarah Terbentuknya Desa


Jumlah Minat Siswa SMK v.s. Kualitas Pendidikan


Mengatasi Kesulitan Belajar


Akibat Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Sekolah


Kemungkinan Kecurangan Pemilu


Faktor Penyebab Kesulitan Belajar